Berikut ini jawaban “Nabila Nur Indah Dunggio
Siswa Kelas 11 SMA Negeri 1 Kabila” Atas pertanyaan “Mengapa ketika seseorang
sering berbohong otaknya biasa-biasa saja? “Karena berbohong dapat mengubah cara kerja otak
seseorang yang berhubungan dengan moral yang dapat membedakan baik buruk
perilaku atau sikap seseorang. Apabila seseorang sering berbohong maka signal emosi di
otak yang disebut Amygdala akan merespon semakin besar sehingga menggerus
standar moral seseorang. Kebohongan kecil yang berulang-ulang akan menjadi
besar dan menjadi kebiasaan sehingga akan merasa biasa-biasa saja ketika
berbohong padahal itu tidak baik.
Bagaimana caranya agar teman-teman terhindar
dari berbohong? Berikut ini jawaban “Nazwa Putri Abdulwahab Siswa Kela 12
Pertama harus memiliki keinginan
menjadikan diri sendiri seorang yang baik, Kedua, Berani menghadapi
risiko.
Ketiga,
Bertanggung jawab atas segala yang telah diperbuat, Keempat, Biasakan untuk
berkata jujur.
Kelima, Akui kesalahan meskipun itu akan
merugikan
Materi “Berbohong”
ditayangkan pada tanggal 20 Juli 2020 dan pada tanggal tersebut perpustakaan SMA Negeri 1 Kabila mendapat
kunjungan virtual sejumlah 106 siswa yang terdiri dari 5 orang siswa kelas 10,
25 orang siswa kelas 11 dan 76 orang siswa kelas 12. tentunya dengan kunjungan sejumlah 106 orang siswa atau 10 % dari jumlah siswa hal ini menunjukkan capaian kinerja yang sangat baik apalagi pandemi covid19 seperti sekarang ini.
Siswa yang berkunjung mengakses materi bahan
ajar yang ditayangkan oleh TVRI. Materi ini oleh Perpustakaan SMA Negeri 1
Kabila telah dikemas dalam koreksi digital sehingga dapat diakses kapan saja
oleh siswa dan tentunya hasil belajar atau jawaban siswa akan terdata di
perpustakaan.

